Pawiwahan Adat Bali ( Balinese Wedding) Sri + Bayu

Sebagai fotografer yang tinggal di Bali sudah sewajarnya saya mendapat panggilan untuk mengabadikan Balinese wedding ceremonial, seperti pawiwahan (pernikahan) adat Bali pada umumnya, Balinese wedding pasangan Bayu dan Sri inipun mengalami beberapa tahapan yakni dari proses Mamitang dan Pawidhi-widana (Mekala-kalaan). Mamitang sendiri merupakan proses meminta restu orang tua dan leluhur dari pihak perempuan, kemudian setelah itu barulah di lakukan proses Pawidhi-widana yaitu prosesi upacara pernikahan itu sendiri yang dilangsungkan di kediaman mempelai pria yang berlokasi di Desa Bugbung, Karangasem, Bali. Sebuah desa yang memiliki tradisi adat yang sangat khas dan kuat.
Lokasi yang sangat sempit sempat membuat saya dan partner agak sedikit kewalahan mencari candid moments tanpa harus memakai lensa yang super wide, mengabadikan upacara wedding ini dengan sebaik mungkin kedalam hasil photojournalism, berkreasi agar menghasilakn foto-foto yang unik dan kreatif dalam mencari angle photo dan harus tanggap dengan segala situasi yang akan terjadi. Namun, seiring waktu semua bisa diatasi dengan baik. Saya rasa dalam kondisi apapun dilapangan sebagai seorang photographer yang sudah terbiasa mengabadikan dokumentasi pernikahan saya harus selalu dituntut siap dan harus selalu professional.
Berikut beberapa photo yang bisa saya abadikan, enjoy...